
Foto : Dinas Perhubungan Saumlaki Tanimbar Uji Coba Layanan Transportasi
Saumlaki-,suaratabaosonline.com - Dinas perhubungan saumlaki kabupaten kepulauan tanimbar mulai melakukan uji coba layanan transportasi umum sebagai bagian dari program prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan transportasi masyarakat.
Terkait hal itu,kepala bidang prasarana perhubungan dinas perhubungan kabupaten kepulauan tanimbar, yoyo kirrelu, mengatakan"program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan bupati kepulauan tanimbar, ricky jauwerissa, dalam menjawab berbagai kebutuhan transportasi masyarakat, termasuk mendukung konektivitas di sektor darat dan perairan-
Menurut Yoyo, Dishub mengambil langkah cepat dengan menyediakan sarana transportasi pada sejumlah titik yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
"Untuk menjawab tugas yang diberikan Bapak Bupati, Dinas Perhubungan mengambil peran dalam penyediaan transportasi di daerah-daerah yang memang membutuhkan layanan tersebut," ungkap Yoyo saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin 8/6/2026
Ia menjelaskan, pada tahap awal dishub menyiapkan dua unit armada bus yang akan melayani masyarakat melalui skema uji coba selama satu minggu, Selama masa uji coba tersebut, masyarakat tidak dikenakan biaya alias gratis.
"Arahan kadis, satu minggu pertama ini dilakukan uji coba dan seluruh penumpang dibebaskan dari biaya. Mula hari ini yinformasi layanan juga akan disosialisasikan melalui selebaran dan media promosi di sejumlah titik," jelasnya
Yoyo dalam penyampaian nya bahwa, jadwal operasional armada masih dalam tahap evaluasi internal. Namun demikian, layanan pada jam-jam sekolah dipastikan menjadi prioritas utama guna membantu kebutuhan transportasi bagi para pelajar.
"Untuk operasional pagi hari sudah pasti disiapkan untuk menjawab kebutuhan anak-anak sekolah. Sementara jadwal berikutnya masih dievaluasi berdasarkan hasil uji coba di lapangan," ungkapnya
Tarif Khusus Pelajar dan Mahasiswa Setelah masa uji coba berakhir, Dishub telah menyiapkan skema tarif yang dinilai lebih terjangkau dibanding biaya transportasi yang selama ini dikeluarkan masyarakat.
Berdasarkan hasil pembahasan internal dan arahan Kepala Dinas Perhubungan, tarif untuk pelajar dan mahasiswa ditetapkan sebesar Rp2.000 per perjalanan.
Sementara tarif untuk masyarakat umum sebesar Rp5.000 per perjalanan, Menurut Yoyo, kebijakan tersebut memberikan manfaat ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat.
"Pelajar dan mahasiswa memperoleh penghematan yang cukup signifikan, sementara masyarakat umum juga mendapatkan tarif yang jauh lebih ringan dibanding biaya transportasi yang selama ini berlaku," ungkapnya.
Rute yang dilayani sementara mencakup wilayah Saumlaki hingga Desa Bomaki dengan tarif yang tetap terjangkau bagi seluruh pengguna jasa.
Tantangan Infrastruktur dan Kebutuhan Anggaran Meski program ini mendapat respons positif, Yoyo mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan pendukung yang harus segera dipenuhi agar pelayanan transportasi publik dapat berjalan optimal.
Salah satunya adalah pembangunan shelter atau tempat tunggu penumpang di Pasar Ngrimase, Kampus Lelemuku, Rumah Sakit PP Magreti, dan perumahan Desa Bomaki, serta penyediaan halte pada titik-titik pemberhentian bus.
"Dari hasil perhitungan sementara, terdapat sekitar 18 titik halte yang perlu disediakan. Selain itu, kami juga membutuhkan marka jalan di setiap lokasi pemberhentian bus agar pelayanan dapat berjalan sesuai standar," paparnya
Selain infrastruktur, Dishub juga harus memperhitungkan kebutuhan operasional armada seperti biaya perawatan kendaraan, pengadaan suku cadang, tenaga kerja, serta kebutuhan bahan bakar.
Menurut Yoyo, hingga saat ini sebagian besar kebutuhan tersebut masih ditanggung oleh Dinas Perhubungan melalui kebijakan yang diambil pimpinan daerah dan kepala dinas demi menjawab kebutuhan masyarakat.
Harapkan Dukungan Legislatif Untuk menjamin keberlanjutan program transportasi publik tersebut, Dishub berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, khususnya lembaga legislatif dalam pengalokasian anggaran.
"Harapan saya ke depan kami membutuhkan dukungan anggaran yang memadai agar program ini dapat berkembang. Kami minta ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk progres daerah Saumlaki yang dapat di nikmati oleh masyarakat setempat". tutupnya (H B,05)