Masohi, Suaratabaosonline.com - Kekhawatiran masyarakat terhadap efek domino naiknya tarif bbm berupa biaya transportasi laut kapal cepat rute tulehu -amahai dan sebaliknya amahai -tulehu tidak terjadi.
Kepala kantor pelabuhan (Kakanpel) amahai, Abdul Radakk menegaskan, tarif kapal cepat tidak mengalami kenaikan. sejak awal terjadinya kenaikan harga bbm hingga saat ini.
"Jadi, tidak ada kenaikan tarif kapal Cepat," tegas Radakk kepada suaratabaosonline.com, minggu (28/6/2026) di ruang kerjanya.
Meski operasional kapal cepat tidak berkaitan langsung dengan penggunaan bbm jenis Pertamax, kekhawatiran masyarakat cukup beralasan lantaran efek domino yang ditimbulkan dari kebijakan pemerintah pusat menaikan harga bbm jenis Industri dimaksud.
Karena kenaikan tarif bbm mempengaruhi kenaikan harga komoditas lain. Hal mana berimbas pada kemampuan perusahaan dalam mengatasi kebutuhan operasionalnya.
"Kapal cepat menggunakan bbm jenis solar. Jadi kemungkinan, ini menjadi alasan tarf kapal cepat masih relatif stabil," sebut Radakk
Diketahui, kondisi kenaikan tarif bbm menyusul konflik yang terjadi di kawasan timur tengah sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Harga jual kebutuhan pokok yang cenderung tidak terkendali yang berimplikasi juga terhadap harga jual kebutuhan jenis lainnya.
Itulah kenapa masyarakat berharap kondisi yang ada tidak berdampak pada kenaikan tarif kapal cepat.
"Semoga kondisi yang ada tidak mempengaruhi kenaikan tarif kapal cepat," harap, Ampi, masyarakat pengguna aktif jasa transportasi laut di masohi.
"Pemerintah harus dapat memastikan stabilisasi harga tarif kapal cepat agar tidak makin memperburuk kondisi yang ada. Untuk makan saja sudah sulit, kalau tarif kapal cepat juga ikut naik, masyarakat makin menderita," sebutnya. (LL,01)

